Senin, 30 Maret 2015

Etika Profesi 1



1.        Apa sebenarnya kepakaran dari seorang sarjana teknik industri
Sebelum membahasa kepakaran dari seorang sarjana teknik industri, arti dari kepakaran itu sendiri merupakan suatu penguasaan pengetahuan di bidang tertentu. Ada juga yang mengatakan bahwa kepakaran merupakan pemahaman yang luas dari tugas atau pengetahuan spesifik yang diperoleh dari pelatihan, membaca dan pengalaman. Jika dari definisi kepakaran saja maka dapat diambil definisi kepakaran dari seorang sarjana teknik industri merupakan suatu pemahaman yang luas dari pengetahuan yang spesifik berdasarkan pelatihan, membaca dan pengalaman dari sarjana teknik industri.
Kepakaran dari seorang sarjana teknik industri merupakan pemahaman yang luas dari seorang sarjana teknik industri berdasarkan pengetahuan dan pengalaman dimana seorang sarjana teknik industri memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kuat dan sistemik dengan pendekatan multi-disiplin tentunya dalam kerangka keilmuan teknik industri, fokus pada bidang perancangan, peningkatan dan instalasi dari sistem terintegrasi yang terdiri atas manusia, material, peralatan, dan energi untuk menspesifikasikan, memprediksi dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari sistem terintegrasi tersebut.
Selain itu seorang sarjana teknik industri juga  harus mempertimbangkan aspek ergonomi fisik, kognitif, antropologi, optimasi, teori keputusan, manajemen proyek, sistem produksi, kualitas, dan mempunyai kemampuan untuk melihat sistem secara holistik. Setiap saat setiap waktu harus selalu MAU dan MAMPU belajar hal-hal yang baru, berpikiran terbuka. Ilmu industri berkembang dengan sangat cepat. Seorang sarjana teknik industri harus mampu melakukan perancangan, perbaikan, peningkatan dan instalasi dari sistem terintegrasi yang terdiri atas elemen elemen seperti manusia, material, peralatan, biaya dan energi untuk menspesifikasikan, memprediksi dan mengevaluasi hasil yang diperoleh.

2.        Tuliskan karakter-karakter tidak beretika dalam kehidupan sehari-hari (5 contoh)
Contoh karakter yang tidak beretika dalam kehidupan sehari-hari yang pertama adalah tempramental, seperti berkata dengan nada tinggi(membentak) dan kasar kepada orang yang lebih tua, hal ini tidak menunjukkan kelakuan yang beretika terlebih ketika kita melakukannya kepada orang tua sendiri. Karater yang kedua tidak menghargai pendapat orang lain dengan membuat keributan dan tidak mendengarkan pendapat orang lain ketika sedang melakukan jajak pendapat dalam suatu diskusi ataupun rapat. Ketiga yaitu tidak menaati peraturan, misalnya merokok ditempat umum yang telah diberi peringatan dilarang merokok, terlebih lagi jika didekat tempat tersebut telah disediakan tempat khusus untuk merokok. Keempat yaitu tidak mendengarkan orang yang berbicara dengan baik orang misalnya ketika sedang melakukan presentasi didepan kita ataupun tidak mendengarkan dosen yang sedang menjelaskan pelajaran. Perilaku tidang beretika yang terakhir adalah tidak bertanggung jawab, misalnya tidak mengerjakan tugas yang menjadi bagian kita dalam kerja kelompok.

3.        Tuliskan aktivitas tidak beretika dalam profesionalisme saat bekerja
Dokter yang tidak menangani pasien karena tidak memiliki biaya, hal ini tidak dibenarkan karena tidak seharusnya dokter melakukan hal tersebut apalagi saat ini pemerintah telah memberikan program jaminan kesehatan bagi keluarga tidak mampu.
Guru yang suka memukul murid, berkata kasar, dan melakukan pelecehan juga merupakan suatu perilaku yang tidak beretika, padahal seorang guru merupakan teladan bagi muridnya.
Jurnalis yang memberitakan berita bohong (hoax) dan berlebihan, hal tersebut terkadang dilakukan hanya untuk mencari untuk mencari ketenaran dan keuntungan semata, padahal dilain pihak hal tersebut dapat merugikan orang lain yang dijadikan objek pemberitaan.
Pemberian hukuman oleh hakim yang terkesan memihak kepada orang-orang yang berduit, serta hakim yang menerima suap. Saat ini seringkali kita lihat hukuman yang diterima para koruptor terkesan ringan, dan tidak sebanding dengan apa yang telah mereka ambil, sedangkan para pelaku pencurian biasa bisa dihukum lebih berat dibandingkan koruptor.
PNS yang datang seenaknya ataupun sering terlambat masuk saat bekerja, serta berada diluar ketika jam kerja masih berlangsung.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar