Contoh
Proposal Metode Penelitian Kualitatif “Resepsi
Khalayak Ibu-ibu Rumah Tangga desa Candi - Sidoarjo terhadap Program
Acara Reality Show “Master Cheff” di RCTI”
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Masalah
Media
massa merupakan alat komunikasi yang sangat berpengaruh pada saat ini, salah
satu media massa yang paling efektif dalam memberikan informasi kepada
masyarakat adalah televisi. Media massa itu sendiri merupakan
suatu alat yang biasanya digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada
khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti
surat kabar, film, radio dan televisi. Hingga detik ini media massa masih
menjadi penentu atau pencetus sebuah opini publik yang ada di masyarakat. Melalui media
massa yang satu ini masyarakat dapat memperoleh informasi secara lebih cepat
dan beranekaragam, sehingga lebih memudahkan masyarakat untuk mendapatkan
informasi.
Informasi yang diberikan
melalui media massa televisi dapat berupa informasi kejadian-kejadian yang
terjadi di dunia, kesehatan, maupun acara-acara reality show yang dibuat oleh
pihak rumah produksi untuk ditayangkan di stasiun televisi. Salah satu reality
show yang akhir-akhir ini diminati dalam kalangan ibu-ibu adalah tayangan
reality show yang disuguhkan oleh rumah produksi FremantleMedia dengan judul
program acara Master Cheff Indonesia
yang ditayangkan di RCTI. Acara reality show ini merupakan sebuah ajang
adu kemampuan memasak bagi semua kalangan untuk menemukan the first Master Chef Indonesia. Survey
yang dilakukan dalam penelitian ini di fokuskan pada resepsi khalayak ibu-ibu yang
tinggal di desa Candi, kecamatan Candi-Sidoarjo mengenai acara reality show
Master Cheff. Ada beberapa alasan peneliti
memilih program acara tersebut, diantaranya:
- pada observasi awal yang peneliti lakukan kepada sebagian ibu-ibu rumah tangga di desa Candi Sidoarjo, yang menjadi narasumber sementara, didapatkan hasil bahwa sebagian besar pernah dan suka menonton tayangan tersebut dengan beragam alasan.
- program acara tersebut menampilkan adu kemampuan memasak bagi semua kalangan,sehingga seharusnya mampu memberikan inspirasi bagi audiensnya.
- ditayangkan setiap hari pada pukul 16.30 sore, jam tayang tersebut memberikan ruang dan waktu yang cukup banyak bagi ibu-ibu untuk menonton tayangan tersebut.
- tayangan dengan durasi yang cukup lama (sekitar 60 menit atau 1 jam) seharusnya membuat pemirsanya puas dengan isi atau content acara tersebut.
Salah satu
standar untuk mengukur khalayak media adalah menggunakan reception analysis,
dimana analisis ini mencoba memberikan sebuah makna atas pemahaman teks media
dengan memahami bagaimana karakter teks media dibaca oleh khalayak. Reception
analysis disini meliputi persepsi, pemikiran, preferensi dan interpretasi. Persepsi adalah pengalaman tentang
obyek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan
informasi dan menafsirkan pesan. (Jalaluddin, 2004:51). Pemikiran didefinisikan sebagai perbuatan individu dalam
menimbang-nimbang, menguraikan, menghubung-hubungkan sampai akhirnya mengambil
keputusan. Preferensi yaitu
semua ungkapan emosi individu yang menyertai pemikiran persepsi kita dalam
menerima pesan, apakah pemirsa menyukai program berita tersebut atau tidak. Interpretasi merupakan sebuah istilah
untuk menjelaskan bagaimana kita memahami pengalaman. Berdasarkan uraian diatas maka
peneliti terdorong untuk mengadakan penelitian mengenai resepsi khalayak ibu-ibu rumah tangga terhadap program acara reality show
”Master Cheff” di RCTI.
1.2 Perumusan
Masalah
Dari uraian
latar belakang masalah dia atas, maka dapat dirumuskan masalah bagaimanakah
resepsi khalayak ibu-ibu rumah tangga terhadap program acara relaity show
”Master Cheff” di RCTI?
1.3 Tujuan
Penelitian
Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui resepsi khalayak ibu-ibu rumah tangga terhadap
program acara relaity show ”Master Cheff” di RCTI.
BAB III
KONSEPTUALISASI
PENELITIAN
Hampir sama
dengan penelitian-penelitian dengan menggunakan analisis khalayak
(resepsi/penerimaan) lainnya, konseptualisasi penelitian berawal dari suatu
acara yang kemudian bagaimana acara tersebut diterima oleh khalayak yang
kemudian akan diinterpretasikan olehnya melalui empat hal yang menjadi dasar
dari Reception analysis disini meliputi persepsi, pemikiran, preferensi dan interpretasi. Persepsi adalah pengalaman tentang
obyek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan
informasi dan menafsirkan pesan. (Jalaluddin, 2004:51). Pemikiran didefinisikan sebagai perbuatan individu dalam
menimbang-nimbang, menguraikan, menghubung-hubungkan sampai akhirnya mengambil
keputusan. Preferensi yaitu
semua ungkapan emosi individu yang menyertai pemikiran persepsi kita dalam
menerima pesan, apakah pemirsa menyukai program berita tersebut atau tidak. Interpretasi merupakan sebuah istilah
untuk menjelaskan bagaimana kita memahami pengalaman.
BAB IV
METODOLOGI
PENELITIAN
4.1 Metode Penelitian
Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dimana penelitian ini menggunakan data deskripstif
berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat
diamati (Bogdan dan Taylor, 1975:5). Penelitian kualitatif daris sisi definisi
lainnya dikemukankan bahwa hal itu merupakan penelitian yang memanfaatkan
wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan dan
perilaku individu atau sekelompok orang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tipe eksplorasi dan
menggunakan metode analisis penerimaan atau reception analysis yang
bertujuan untuk mengetahui resepsi
khalayak ibu-ibu rumah tangga terhadap program acara reality show ”Master
Cheff” di Indosiar.
Dalam reception
analysis perlu diperhatikan bahwa televisi mengirimkan pesan melalui
kode-kode yang disampaikan melalui audio visual dan pemirsa dapat
menerima dan menganalisa pesan-pesan tersebut. Reception analysis meliputi persepsi, pemikiran, preferensi dan
interprestasi. Persepsi adalah pengalaman tentang obyek, peristiwa atau
hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan
pesan. Pemikiran didefinisikan sebagai perbuatan individu dalam
menimbang-nimbang, menguaraikan, menghubung-hubungkan sampai akhirnya mengambil
keputusan. Preferensi yaitu semua ungkapan emosi individu yang menyertai
pemikiran persepsi ketika menerima pesan, apakah pendengar menyukai siaran
penyiar tersebut di radio atau tidak. Interprestasi
merupakan sebuah istilah untuk menjelaskan bagaimana kita memahami pengalaman.
4.2 Desain Penelitian
Penelitian ini
dilakukan pada ibu-ibu rumah tangga di desa Candi, kecamatan Candi-Sidoarjo
yang menjadi pemirsa program acara reality show
”Master Cheff” di Indosiar. Ada beberapa
alasan dipilihnya lokasi tersebut adalah berdasarkan pengamatan sementara peneliti
bahwa di daerah tersebut sangat banyak ibu-ibu rumah tangga menyaksikan acara
tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa antusiasme ibu-ibu rumah tangga
sebagi khalayak begitu besar.
4.3 Dimensi
Waktu
Dimensi
waktu (Time Horizon) untuk penelitian
ini adalah One Shot Study (Studi Satu
Tahap) , yaitu penelitian yang datanya dikumpulkan sekaligus. Data yang
dikumpulkan dapat berupa data dari satu atau beberapa subyek penelitian yang
mencakup satu atau beberapa periode waktu (hari, minggu, bulan, atau tahun).
Tipe studi ini lebih menekankan pada frekuensi tahap pengumpulan data, yaitu
satu tahap atau sekaligus. Pengumpulan data dilakukan sekaligus melalui metode survey. Setelah itu peneliti tidak
melakukan survey lagi terhadap responden yang sama.
4.4 Populasi dan Teknik Pemilihan Informan/Narasumber
Dalam penelitian
kali ini yang menjadi populasi adalah seluruh ibu-ibu rumah tangga di Candi
Sidoarjo. Namun, tidak semua populasi akan dijadikan sampel untuk menggali
data. Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut dilakukan, diantaranya:
1. metode pengambilan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive
sampel (sampel bersyarat) yang mana informan tersebut kita tentukan yang
disesuaikan dengan tema penlitian.
2. tentunya penelitian ini mengkhususkan pada
beberapa karakteristik dari narasumber yakni individu yang tercatat sebagai penonton acara reality show Master Chef
Indosiar
3. jumlah dari informan juga dibatasi sebanya 10 orang. Hal ini sesuai dengan
teori yang disampaikan oleh beberapa tokoh penelitian komunikasi bahwa informan
dalam sebuah penelitian berjenis kualitatif adalah 10 sampai 15 orang saja.
4.5 Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam suatu
penelitian ditentukan berdasarkan jenis penelitiannya. Metode pengumpulan data dengan
observasi, FGD, wawancara mendalam, dan sudi kasus adalah teknik yang lazim dpergunakan oleh seorang peneliti
kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data primer. Data primer dapa
diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam (teknik pengumpulan data yang didasarkan
pada percakapan secara intensif dengan suatu tujuan tertentu) dengan informan
untuk menggali informasi-informasi penting dan tajam seputar tema penlitian
yang dipandu dengan sebuah guide interview sebagai bahan dasar wawancara, akan
tetapi dalam aktualisasinya dapat berkembang sejalan dengan wawancara yang
berlangsung.
4.6 Metode Analisis Data
Data yang didapat dari
hasil diskusi (catatan dan rekaman) kemudian ditranskrip berurutan sesuai
dengan ringkasan diskusi agar tidak ada data yang terlewatkan. Analisis data
hasil diskusi harus memperhatikan lima faktor sebagai berikut :
1. Menentukan istilah yang digunakan beserta maknanya,
kemudian mengelompokkan konsep yang mirip.
2. Menentukan konteks kalimat dengan melihat
stimuli/pemicunya dan kemudian diinterpretasi sesuai konteks tersebut.
3. Memperhatikan alur diskusi dan mencatat perubahan
serta posisi partisipan setelah berinteraksi dengan partisipan lain.
4. Lebih memperhatikan respon yang spesifik dan sesuai
pengalaman daripada respon yang kurang jelas dan terlalu teoritis.
5. Jeli dalam mencari ide yang tersirat sepanjang
diskusi.
Sumber:
http://catatan-perkuliahan-aku.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar