Kamis, 01 November 2012

Peran keluarga dalam pembangunan bangsa Indonesia


  Peran Keluarga dalam Membangun Bangsa yang Berperadaban


 Salah satu prinsip yang mulai hilang dari tengah masyarakat kita adalah kesadaran bahwa reformasi masyarakat tidaklah berdiri sendiri. Menurut Hasan Al Banna, bahwa reformasi suatu bangsa dimulai dari pembentukan pribadi muslim yang kokoh. Tahapan reformasi yang dituntut dan harus dilakukan oleh seorang reformis adalah:
  1. Melakukan reformasi terhadap dirinya sendiri sehingga ia menjadi pribadi yang kuat secara fisik, berakhlak mulia, berwawasan luas, mampu mencari nafkah, memiliki aqidah yang murni, beribadah dengan baik, mampu menempa diri, mengelola waktunya dengan afektif, tertib dalam semua urusan dan bermanfaat bagi sesamanya.
  2. Membentuk keluarga muslim dengan menghormati seluruh anggota keluarga untuk menghormati pendapat masing-masing, menjaga adab-adab Islam dalam kehidupan sehari-hari, memilih pasangan yang baik, menyadarkan akan peran/tugas dan tanggung jawabnya, mengenalkan pendidikan anak yang baik, bersikap bijak pada pembantu, dan membimbing semua penghuni rumah agar tumbuh dan beraktivitas di atas landasan-landasan Islam.
  3. Melakukan reformasi di masyarakat dengan menebar sebanyak mungkin kebaikan di tengah mereka, memerangi segala sikap rendah dan munkar, memberikan motivasi untuk berprestasi, mengajak pada kebaikan, menyuburkan amal-amal yang baik, membentuk opini umum yang bernafaskan Islam, serta mewarnai seluruh kehidupan masyarakat dnegan nilai-nilai kebaikan.
  4. Melakukan reformasi bangsa dengan melepaskan bangsa itu dari segala cengkeraman penjajah yang menjelma dalam berbagai bentuk baik dari sisi politik. Ekonomi, dan spiritual.
Peran Keluarga dalam Membangun Bangsa yang Berperadaban
Dalam fikih Islam dikenal bahwa tujuan-tujuan dari berkeluarga adalah menjaga/melanjutkan keturunan, meraih ketenangan/sakinah, memupuk rasa cinta/mawadah, berkasih sayang/rahmah., menjaga kehormatan serta menjaga sikap/suasana keagamaan dalam keluarga. Terdapat tujuan-tujuan berkeluarga yang tidak populer di tengah masyarakat:
  1. Mendidik generasi yang memiliki karakter Islam
Suatu keluarga tidak dikatakan sebagai keluarga muslim kecuali apabila tergambar nilai-nilai Islam dan anak-anaknya dididik dengan pendidikan Islam. Metode: keteladanan, mengajak dengan sikap bijaksana (hikmah) dan nasehat yang baik,cerita dan pengalaman, hadiah dan hukuman.
2. Menjaga adab Islam dan keluarga
Misal: perabotan yang tidak bertentangan dengan syariah, adab makan, minum, berinteraksi dengan orang yang lebih tua, lebih muda, kerabat,tetangga,  dll.
3. Menyambungkan hati anak dengan masjid
Sesungguhnya masjid mengenalkan seseorang pada kebersihan dengan maknanya yang sangat luas, ketaatan, disiplin, keteraturan, dan semua kaidah-kaidah kehidupan bermasyarakat.
4. Mendorong anak yang telah dibekali dengan akhlak Islam untuk terjun dalam masyarakat. Akhlak Islam itu terangkum dalam dua hal yaitu menunaikan kewajiban dan memelihara hak.
5. Mengarahkan anak untuk selalu berprestasi dan kreatif
Bukan hanya mendorong, akan tetapi juga mengarahkan dan memberikan sarana yang dibutuhkan untuk memicu prestasi dan kreatifitas masing-masing.
6. Mengarahkan anak untuk selalu berdakwah kepada Allah SWT
7. Membina hubungan baik antar keluarga muslim

Disampaikan pada konferensi keluarga muslim internasional di Bandung. 7 mei 2011

Komentar:
           Banyak orang yang tidak menyadari bahwa awal dari membangun bangsa yang beradab tentu berasal dari hal yang kecil, yaitu dari mebangun kualitas seorang individu. Untuk dapat membangun bangsa yang lebih baik kita harus melihat awal mula proses pembentukan karakter seseorang. Pembentukan karakter seseorang dapat dipengaruhi dari lingkungan sekitar tempat dia berkembang, yaitu lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar. Dalam hal ini peran keluarga sangat penting untuk membantu seseorang dalam menemukan jati dirinya agar dapat menjadi pribadi yang baik serta dapat berguna bagi bangsanya. Peran keluarga khususnya orang tua disini tidak hanya memberikan pendidikan formal kepada anak-anaknya. Namun juga harus meberikan pendidikan moral serta pegangang hidup bagi anak-anak mereka yaitu agama.
       Orang tua diharapkan dapat memberikan contoh yang baik bagi anak mereka, karena anak-anak biasanya akan hidup dengan berpedoman pada orang tua mereka. Misalnya saja orang tua yang cenderung melakukan kekerasan di rumah maka anak mereka juga akan cenderung berbuat kasar pada orang lain. Hal ini dapat disebabkan bahwa mereka menganggap hal tersebut wajar dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi hal sebaliknya akan terjadi apabila si orang tua memberikan contoh yang baik bagi anak mereka. Seperti memberikan pengarahan terhadap anak mereka mengenai pentingnya saling menghormati satu sama lain di kalangan masyarakat, saling tolong-menolong, dan memberikan pelajaran moral dan formal yang lainnya.

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar