Peran Keluarga dalam Membangun Bangsa yang Berperadaban
Salah
satu prinsip yang mulai hilang dari tengah masyarakat kita adalah kesadaran
bahwa reformasi masyarakat tidaklah berdiri sendiri. Menurut Hasan Al Banna,
bahwa reformasi suatu bangsa dimulai dari pembentukan pribadi muslim yang
kokoh. Tahapan reformasi yang dituntut dan harus dilakukan oleh seorang
reformis adalah:
- Melakukan reformasi terhadap dirinya sendiri sehingga ia menjadi pribadi yang kuat secara fisik, berakhlak mulia, berwawasan luas, mampu mencari nafkah, memiliki aqidah yang murni, beribadah dengan baik, mampu menempa diri, mengelola waktunya dengan afektif, tertib dalam semua urusan dan bermanfaat bagi sesamanya.
- Membentuk keluarga muslim dengan menghormati seluruh anggota keluarga untuk menghormati pendapat masing-masing, menjaga adab-adab Islam dalam kehidupan sehari-hari, memilih pasangan yang baik, menyadarkan akan peran/tugas dan tanggung jawabnya, mengenalkan pendidikan anak yang baik, bersikap bijak pada pembantu, dan membimbing semua penghuni rumah agar tumbuh dan beraktivitas di atas landasan-landasan Islam.
- Melakukan reformasi di masyarakat dengan menebar sebanyak mungkin kebaikan di tengah mereka, memerangi segala sikap rendah dan munkar, memberikan motivasi untuk berprestasi, mengajak pada kebaikan, menyuburkan amal-amal yang baik, membentuk opini umum yang bernafaskan Islam, serta mewarnai seluruh kehidupan masyarakat dnegan nilai-nilai kebaikan.
- Melakukan reformasi bangsa dengan melepaskan bangsa itu dari segala cengkeraman penjajah yang menjelma dalam berbagai bentuk baik dari sisi politik. Ekonomi, dan spiritual.
Peran
Keluarga dalam Membangun Bangsa yang Berperadaban
Dalam
fikih Islam dikenal bahwa tujuan-tujuan dari berkeluarga adalah
menjaga/melanjutkan keturunan, meraih ketenangan/sakinah, memupuk rasa
cinta/mawadah, berkasih sayang/rahmah., menjaga kehormatan serta menjaga
sikap/suasana keagamaan dalam keluarga. Terdapat tujuan-tujuan berkeluarga yang
tidak populer di tengah masyarakat:
- Mendidik generasi yang memiliki karakter Islam
Suatu keluarga tidak dikatakan
sebagai keluarga muslim kecuali apabila tergambar nilai-nilai Islam dan
anak-anaknya dididik dengan pendidikan Islam. Metode: keteladanan, mengajak
dengan sikap bijaksana (hikmah) dan nasehat yang baik,cerita dan pengalaman,
hadiah dan hukuman.
2. Menjaga adab Islam dan keluarga
Misal: perabotan yang tidak
bertentangan dengan syariah, adab makan, minum, berinteraksi dengan orang yang
lebih tua, lebih muda, kerabat,tetangga, dll.
3. Menyambungkan hati anak dengan masjid
Sesungguhnya masjid mengenalkan
seseorang pada kebersihan dengan maknanya yang sangat luas, ketaatan, disiplin,
keteraturan, dan semua kaidah-kaidah kehidupan bermasyarakat.
4.
Mendorong anak yang telah dibekali dengan akhlak Islam untuk terjun dalam
masyarakat. Akhlak Islam itu terangkum dalam dua hal yaitu menunaikan kewajiban
dan memelihara hak.
5. Mengarahkan anak untuk selalu berprestasi dan kreatif
Bukan hanya mendorong, akan tetapi
juga mengarahkan dan memberikan sarana yang dibutuhkan untuk memicu prestasi
dan kreatifitas masing-masing.
6. Mengarahkan anak untuk selalu
berdakwah kepada Allah SWT
7. Membina hubungan baik antar
keluarga muslim
Disampaikan pada
konferensi keluarga muslim internasional di Bandung. 7 mei 2011
Komentar:
Banyak orang yang tidak menyadari
bahwa awal dari membangun bangsa yang beradab tentu berasal dari hal yang
kecil, yaitu dari mebangun kualitas seorang individu. Untuk dapat membangun
bangsa yang lebih baik kita harus melihat awal mula proses pembentukan karakter
seseorang. Pembentukan karakter seseorang dapat dipengaruhi dari lingkungan
sekitar tempat dia berkembang, yaitu lingkungan keluarga dan masyarakat
sekitar. Dalam hal ini peran keluarga sangat penting untuk membantu seseorang
dalam menemukan jati dirinya agar dapat menjadi pribadi yang baik serta dapat berguna
bagi bangsanya. Peran keluarga khususnya orang tua disini tidak hanya memberikan
pendidikan formal kepada anak-anaknya. Namun juga harus meberikan pendidikan
moral serta pegangang hidup bagi anak-anak mereka yaitu agama.
Orang tua diharapkan dapat
memberikan contoh yang baik bagi anak mereka, karena anak-anak biasanya akan
hidup dengan berpedoman pada orang tua mereka. Misalnya saja orang tua yang
cenderung melakukan kekerasan di rumah maka anak mereka juga akan cenderung berbuat
kasar pada orang lain. Hal ini dapat disebabkan bahwa mereka menganggap hal
tersebut wajar dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi hal
sebaliknya akan terjadi apabila si orang tua memberikan contoh yang baik bagi
anak mereka. Seperti memberikan pengarahan terhadap anak mereka mengenai
pentingnya saling menghormati satu sama lain di kalangan masyarakat, saling
tolong-menolong, dan memberikan pelajaran moral dan formal yang lainnya.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar