Kewirausahaan adalah proses kemanusiaan (human process) yang berkaitan dengan kreativitas dan inovasi dalam
memahami peluang, mengorganisasi sumber-sumber, mengelola sehingga peluang itu
terwujud menjadi suatu usaha yang mampu menghasilkan laba atau nilai untuk
jangka waktu yang lama. Definisi tersebut menitikberatkan kepada aspek
kreativitas dan inovasi, karena dengan sifat kreativitas dan inovatip seseorang
dapat menemukan peluang. Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat
kombinasi-kombinasi baru atau hubungan-hubungan baru antar unsur, data,
variabel yang sudah ada sebelumnya.
Wirausahawan merupakan pelaku dari
kewirausahaan, yaitu orang yang memiliki kreativitas dan inovatif sehingga
mampu menggali dan menemukan peluang dan mewujudkan menjadi usaha yang
menghasilkan nilai/laba. Kegiatan menemukan sampai mewujudkan peluang menjadi
usaha yang menghasilkan disebut proses kewirausahaan. Kegiatan wirausaha adalah
menciptakan barang jasa baru, proses produksi baru, organisasi (manajemen)
baru, bahan baku baru, pasar baru. Hasil-hasil dari kegiatan-kegiatan wirausaha
tersebut menciptakan nilai atau kemampu labaan bagi perusahaan. Kemampulabaan
menciptakan nilai tersebut karena
seorang wirausaha memiliki sifat-sifat kretaif dan inovatif.
Peranan
Wirausaha :
a. Meningkatkan
standar / kualitas hidup manusia.
b. Sebagai motor penggerak dalam pembangunan
nasional.
c. Menciptakan lapangan kerja baru yang dapat
mengatasi pengangguran.
Karakteristik
Wirausaha :
a.
Pekerja keras.
b.
Disiplin.
c.
Mandiri
d.
Realitas
e.
Prestatif (selalu ingin maju)
f.
Komitmen tinggi
g.
Tajam naluri bisnisnya.
h.
Cepat melihat peluang usaha
i.
Kretaif
j.
Ulet dan siap pada tantangan
k.
Ingin mencapai sesuatu.
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti
pejuang, pahlawan,
manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha adalah perbuatan amal, bekerja, dan
berbuat sesuatu. Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat
sesuatu.
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak
diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah
kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal
pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda
dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak
1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak
1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha
kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500
sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia,
kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan
tinggi tertentu saja.
Untuk dapat mencapai
tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga
memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:
a.
Percaya diri
b.
Berorientasikan tugas dan hasil
c.
Berani mengambil risiko
d.
Kepemimpinan
e.
Keorisinilan
f.
Berorientasi ke masa depan
g.
Jujur dan tekun
Sifat-sifat
seorang wirausaha adalah:
a.
Memiliki sifat keyakinan,
kemandirian, individualitas, optimisme.
b.
Selalu berusaha untuk
berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki
tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
c.
Memiliki kemampuan mengambil
risiko dan suka pada tantangan.
d.
Bertingkah laku sebagai
pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik
yang membangun.
e.
Memiliki inovasi dan
kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang
luas.
f.
Memiliki persepsi dan cara
pandang yang berorientasi pada masa depan.
g.
Memiliki keyakinan bahwa hidup
itu sama dengan kerja keras.
Tiga
jenis perilaku wirausaha yaitu:
a.
Wirausaha yang memiliki inisiatif.
b. Wirausaha yang mengorganisir mekanisme sosial dan ekonomi untuk
menghasilkan sesuatu.
c.
Menerima resiko atau kegagalan.
Kunci penting seorang wirausahawan adalah
berpikir kreatif, inovatif, berani mengambil resiko dan tidak mudah putus asa.
Terdapat karakteristik seorang wirausahawan menurut Mc Clelland. Berikut
karakteristiknya:
a.
Keinginan untuk berprestasi.
b.
Keinginan untuk bertanggung
jawab.
c.
Preferensi kepada resiko-resiko
menengah.
d.
Persepsi kepada kemungkinan
berhasil.
e.
Rangsangan oleh umpan balik.
f.
Aktivitas energik.
g.
Orientasi ke masa depan.
h.
Keterampilan dalam
pengorganisasian.
Adapun karakteristik wirausahawan yang sukses
dengan n
Ach tinggi. Berikut adalah karakteristiknya :
a.
Kemampuan inovatif.
b.
Toleransi terhadap kemenduaan
(ambiguity).
c.
Keinginan untuk berprestasi.
d.
Kemampuan perencanaan realistis.
e.
Kepemimpinan terorientasi
kepada tujuan.
f.
Obyektivitas.
g.
Tanggung jawab pribadi.
h.
Kemampuan beradaptasi.
Terdapat tiga kebutuhan dasar yang
mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland, yaitu:
Kebutuhan untuk berprestasi (nAch)
n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan
berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat
realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan. Contohnya, Karyawan
perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk reward terhadap
usaha yang dilakukannya tersebut.
Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afi)
Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar
pribadi yang ramah dan akrab. Contohnya seorang yang memiliki keinginan untuk
mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan
pihak lain.
Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain
berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan
berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk
mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.Contohnya, seorang atasan ingin
dapat mengendalikan dan mempengaruhi bawahannya, dimana para karyawannya
berperilaku sesuai yang diinginkan oleh atasan tersebut.
Terdapat sumber
gagasan bagi produk dan jasa baru. Berikut adalah sumber gagasan tersebut :
a.
Kebutuhan akan sumber penemuan.
b.
Hobi atau kesenangan pribadi.
c.
Mengamati
kecenderungan-kecenderungan.
d.
Mengamati kekurangan-kekurangan
produk dan jasa yang ada .
e.
Mengapa tidak terdapat ?
f.
Kegunaan lain dari
barang-barang biasa.
g.
Pemanfaat produk dari
perusahaan lain.
Terdapat beberapa unsur analisa pulang pokok dalam suatu
kewirausahaan. Berikut adalah penjelasannya.
a.
Biaya tetap biaya yang jumlah
totalnya tetap dalam kisaran perubahan volume kegiatan tertentu.Besar kecilnya
biaya tetap dipengaruhi oleh kondisi perusaha an jangka panjang, teknologi dan
metode serta strategi manajemen.
b.
Biaya variabel: biaya yang
jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan.
c.
Biaya total: keseluruhan biaya
yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi.
d.
Pendapatan total.
e.
Keuntungan.
f.
Kerugian.
g.
Titik pulang pokok .
Pembagian dalam bentuk-bentuk kepemilikan diantaranya terdapat
kepemilikan perseorangan, dimana kepemilikan ini dimiliki dan dijalankan oleh 1
orang, sehingga laba yang diterima tidak perlu dibagi-bagi. Kepemilikan kongsi,
dimiliki dan dijalankan oleh 2 orang atau lebih, kepemilikan bersama atas
harta, umur perusahaan terbatas, adanya pembagian laba. Perusahaan perseroan, perusahaan yang
memiliki badan hukum, kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang
dimilikinya, kepemilikan perusahaan dapat berpindah tangan, eksistensi relatif
stabil.
Pada suatu organisasi terdapat beberapa sumber daya manusia
di dalam nya, dan untuk memiliki sumber daya manusia yang kuat dalam organisasi,
kita akan melakukan langkah-langkah dalam penyediaan sumber daya manusia pada organisasi
yang kita miliki. Demi terwujudnya cita-cita organisasi, kita harus melakukan
seleksi terhadap sumber daya manusia yang organisasi kita butuhkan.
Kriteria
Seleksi
Manajer perlu memutuskan criteria seleksi untuk mengevaluasi
pelamar-pelamar untuk posisi yang lowong. Criteria seleksi adalah karateristik
yang berasal dari deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. Criteria
seleksi biasanya dapat dirangkum dalam beberapa kategori ; pendidikan, pengalama
kerja, kondisi fisik dan karakteristik keperibadian. Pada dasarnya criteria
seleksi haruslah mendaftarkan karateristik karyawan yang akan berprestasi
cemerlang diposisi yang bakal didudukinya. Sebelum organisasi
memutuskan karateristik yang bakal dicobakan dalam seleksi, organisasi
seyogyanya memiliki criteria teknik seleksi yang telah ditentukan. Dalam proses
seleksi karyawan perlu mempertimbankan validitas, keandalan, biaya dan
kemudahan pelaksanaan hal ini menunjang jalannya proses seleksi dan dapat
mendapatkan proses seleksi yang efektif
Prinsip Proses
Seleksi
Proses pengambilan keputusan pengangkatan yang berjalan dengan baik
sangat tergantung pada dua prinsip dasar proses seleksi. Prinsip pertama yaitu
perilaku dimasa lalu merupaka predictor terbaik atas perilaku dimasa yang akan
datang. Pengetahuan tentang apa yang telah dikerjakan oleh seseorang dimasa
silam merupakan idikator terbaik dari apa kemungkinan dilakukanya pada masa
yang akan datang. Prinsip kedua adalah organisasi harus menghimpun data yang
handal dan sahih sebanyak mungkin, sepanjang masih layak secara ekonomis dan
setelah itu memanfaatkannya data tadi untuk menyeleksi pelamar kerja.
Elemen dasar
Proses Seleksi
Proses seleksi berjalan seturut dengan tujuan organisasi, desain pekerjaan,
dan penilaian kinerja karyawan serta aktivitas rekrutmen dan seleksi. Eleman
yang paling mendasar dalam aktivitas seleksi adalah penentuan tujuan organisasi
yang harus tercakup dalam kebijakan pengangkatan umum organisasi. Elemen kedua
adalahmerancang pekerjaan dengan menentukan kewajiban dan tanggung jawab yang
akan dituntut setiap pekerjaan. Elemen ketiga yaitu mencakup pengukuran
kesuksesan pekerjaan. Elemen keempat adalah spesifikasi pekerjaan berasal dari
analisis pekerjaan yang menuntut karakter. Elemen terakhir yaitu penyusunan
kebijakan harus menentukan paduan wawancara, tes, atau teknik seleksi lainya
yang akan digunakan dalam proses seleksi.
Faktor yang
mempegaruhi proses seleksi
Pertimbangan pertama, konsekuensi yang salah haruslah diperhitungkan,
hal ini dipengaruhi oleh panjangnya periode pelatihan, dana yang diinvestasikan
kepada karyawan baru. Pertimbangan kedua, kebijakan perusahaan dan sikap
manajemen puncak. Kebijakan yang di keluarkan oleh manajemen puncak dapat
menghambat proses seleksi. Pertimbangan ketiga menyangkut waktu yang tersedia
untuk mengambil keputusan seleksi. Pertimbangan keempat pendekatan seleksi yang
berbeda umunya digunakan untuk mengisi posisi-posisi di jenjang yang berbeda
didalam organisasi. Pertimbangan terakhir adalah sector ekonomi dimana individu
akan dikaryakan swasta, pemerintahan dan organisasi nirlaba dapat mempengaruhi
proses seleksi.
Berikut ini adalah langkah-langkah dalam penyediaan sumber
daya manusia dan tahap-tahap proses seleksinya.
a.
Perekrutan karyawan.
Penarikan tenaga
kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi
organisasi kewiraswastaan setiap kali terdapat posisi yang kosong..
b.
Seleksi calon karyawan.
Seleksi tenaga kerja
adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk
mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang
relatif sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.
c.
Pelatihan karyawan.
Pelatihan karyawan
ada. lah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.
d.
Penilaian hasil kerja.
Penilaian tentang hasil
kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang
diharapkan atau belum.
Seleksi adalah pemilihan individu untuk disewa dari
semua individu-individu yang telah direkrut. Tahap-Tahap proses seleksi yaitu penyaringan
Pendahuluan dari rekaman, berkas data, wawancara pendahuluan, tes kecerdasan (intelegence), tes bakat (aptitude), tes kepribadian (personality), rujukan prestasi (performance references), wawancara dianostik,
pemeriksaan kesehatan dan yang terakhir penilaian pribadi.
Sumber:
http://miredboyz.blogspot.com/p/seleksi-karyawan.html
http://silabus.upi.edu/Direktori/FPTK/Teknik_Arsitektur_Perumahan_(D3)/WIRAUSAHA%20MATERI%20terbaru.doc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar